gegap
Panas...
Dunia kian memanas. Dengan hawa pengap dan bau debu bertebaran.
Masihkah kau duduk di sana? Di hamparan tanah bermandikan cahaya
Lihatlah, pria tua berdiri di atas rel kereta api. dengan kaki gemetar dan lemas tanpa mencetak pijakan
Rumput berimpit bersundulan dengan ilalang yang kian memanjang
Menengadah dan bilang, "Hai Tuhan, sudah dekatkah?"
Air beriak berputar, memukul kayu yang rapuh
Dia kepanasan, terduduk tegap, megap-megap
Dunia kian memanas. Dengan hawa pengap dan bau debu bertebaran.
Masihkah kau duduk di sana? Di hamparan tanah bermandikan cahaya
Lihatlah, pria tua berdiri di atas rel kereta api. dengan kaki gemetar dan lemas tanpa mencetak pijakan
Rumput berimpit bersundulan dengan ilalang yang kian memanjang
Menengadah dan bilang, "Hai Tuhan, sudah dekatkah?"
Air beriak berputar, memukul kayu yang rapuh
Dia kepanasan, terduduk tegap, megap-megap
Dakk!!
C.P. 19/04/2012
Comments
Post a Comment