Suamiku

Halo, lama tidak berjumpa. 4 tahun lamanya ku vakum menulis. Kini kukembali berkat sekelebat ingatan akan nikmatnya membaca tulisanku sendiri.

Aku hanya ingin bercerita, bahwa aku sudah menikah. Tidak ada lagi perasaan menunggu dan berharap-harap cemas. Aku menikahi seorang laki-laki yang benar-benar cocok untukku. Laki-laki yang lucu dan menggemaskan. Dia tidak sempurna. Ada beberapa hal yang membuatku cemas atasnya dan atas sikap perilakunya. Tapi lebih dari itu, ia adalah seseorang yang teramat baik. Ia membantu pekerjaan rumah, ia cinta kebersihan, ia giat bekerja, tak pernah marah dalam waktu yang lama, selalu menghibur dan mendukung saat sesuatu membuatku marah dan kecewa. Ia pandai menyimak cerita dan tidak neko-neko orangnya. Banyak teman yang menyayanginya. Dia selalu berpikir positif, tidak pernah perhitungan, dan supel sekali meski dengan orang yang baru dikenalnya.

Aku sangat bersyukur telah dipertemukan Tuhan dengannya. Mengenal dan berjodoh dengannya adalah salah satu berkah Tuhan yang paling nyata. Aku bahagia dengan pernikahanku. Kini, ada satu harap yang sangat ingin kupinta. Agar aku bisa mengandung keturunannya. Menorehkan senyum bahagia dan setitik air mata bahagia di wajahnya yang senantiasa ceria. Aku ingin sekali membalas semua kebaikannya. Semoga setiap doa dan pintanya dirahmati Tuhan. Semoga Tuhan segera mengizinkan dan menilaiku pantas untuk melahirkan serta membesarkan generasi unggul dan cemerlang. Menjaga nama baik agama, negara, orang tua, seluruh keluarga, teman dan koleganya dimanapun ia berada.

Yaa Rabbi Yaa Tuhanku. Hal ini adalah rintangan hidup kedua yang hanya bisa kulewati dengan izinmu. Mohon ampuni aku dan amanahkan aku. Aamiin..

Comments

Popular Posts